TUGAS 2.2 APLIKASI ROBOTIKA DAN SISTEM SENSOR
Aplikasi Robotika dan Sistem Sensor
Robotika adalah satu cabang teknologi yang berhubungan dengan ayen, konstruksi, operasi, disposisi struktural, pembuatan, dan aplikasi dari robot.[1] Robotika terkait dengan ilmu pengetahuan bidang elektronika, mesin, mekanika, dan perangkat lunak komputer.[2] Pemikiran tentang pembuatan mesin yang dapat bekerja sendiri telah ada sejak Era Klasik, tetapi riset mengenai penggunaannya tidak berkembang secara berarti sampai abad ke-20 [3] . Kini, banyak robot melakukan pekerjaan yang berbahaya bagi manusia seperti menjinakkan bom, menjelajahi kapal karam, dan pertambangan
Karakteristik Robot
Sebuah mesin dapat dikatakan sebuah robot bila memiliki unsur-unsur:
- Kokoh
- Stabil
- Tidak Lelah
- Presisi
Serta dapat diperlakukan di lingkungan 4D (Dangerous, Dirty, Dull, dan Difficult) secara 4A (Automation, Autononous, Assistance, dan Augmentation).
Sama seperti Sistem Koordinasi manusia yang memiliki 3 komponen utama yaitu Indra, Otak, dan Efektor, robot juga memiliki 3 komponen utama yaitu Sensor, Controller, dan Akuator.
Sensor adalah bagian robot yang digunakan untuk mendeteksi lingkungan
Controller adalah bagian robot yang digunakan untuk mengatur yang harus robot lakukan
Akuator/Alat Gerak adalah bagian robot yang digunakan untuk memberi tanggapan
Jenis-Jenis Robot
- Berdasarkan Jenis Akuatornya
- Manipulator/Statis yaitu robot yang tidak melakukan pergerakan secara keseluruhan, biasanya memiliki suatu tumpu yang diam (tidak bergerak)contoh: Robot pengelas, Robot pengemas makanan (sebagian besar robot-robot di pabrik)
- Mobile/Dinamis yaitu robot yang melakukan pergerakan secara keseluruhan, biasanya memiliki alat pergerakan seperti sayap, roda, atau kaki contoh: UAV (Unmanned Aerial Vehicle), Robot Lander Luar Angkasa, Space Probe.
- Berdasarkan Fungsinya
- Industrial Robot yaitu robot yang digunakan pada pabrik untuk pembuatan sesuatu contoh: Robot pengelas, Robot pengemas makanan
- Service Robot yaitu robot yang digunakan untuk aktivitas sosial atau kesenangan belaka contoh: Honda ASIMO, Toyota i-Foot
Sensor adalah peranti yang menerima input berupa suatu besaran/sinyal fisik yang kemudian mengubahnya menjadi besaran/sinyal lain yang diteruskan ke kontroler. Terdapat banyak jenis sensor yang digunakan pada robot. Bahasan ini akan meliputi beberapa jenis sensor yang digunakan terutama pada mobile robot dan lebih dititikberatkan pada antarmuka dengan kontroler.
Jenis-Jenis Sensor Pada Robot
Ada banyak sekali jenis sensor yang bisa ditanamkan pada robot. Dengan memiliki fungsi yang beragam juga. Diantaranya adalah;
- Touch Sensor. Adalah jenis sensor yang akan mendeteksi ketika disentuh, ibarat kulit. Touch Sensor pada dasarnya adalah sakelar yang memiliki berbagai jenis bentuk. Pada robot digunakan untuk misalnya; mendeteksi objek yang ada pada tangan robot, mencegah terjadinya tabrakan pada robot beroda, dan masih banyak lagi. Contoh touch sensor yang paling sederhana adalah Push Button.
- Light Sensor. Sensor ini mendeteksi cahaya atau peka terhadap cahaya disekitarnya. Dengan sensor ini robot dapat mengetahui gelap dan terang suatu objek, tempat, siang atau malam. Untuk menentukan gelap dan terang suatu tempat biasa menggunakan LDR Sensor, sementara untuk keperluan Robot Pengikut Garis (Line Follower) menggunakan InfraRed Sensor.
- Color Sensor. Sama seperti light sensor atau Infra Red sensor, color sensor juga bisa mendeteksi gelap terang dengan menangkap warna hitam dan putih. Tapi selain itu, Color Sensor juga dapat mendeteksi warna lainnya seperti merah, biru, kuning, dan sebagainya. Pada aplikasinya color sensor juga bisa digunakan untuk membuat robot Line Follower, bahkan yang lebih canggih, yaitu: dapat mengikuti garis dengan warna yang lebih spesifik.
- Distance Sensor. Adalah jenis sensor yang digunakan untuk mendeteksi objek dengan cara mengukur jarak objek tersebut. Sensor ini bisa mengukur jarak dengan sangat akurat. Dalam robot, Distance Sensor berguna sebagai mata. Robot dapat melihat objek didepannya dengan sensor ini. Contoh Distance Sensor yang paling sering digunakan adalah Ultrasonic sensor. Cara kerjanya sama persis seperti mulut dan telinga pada kelelawar.
- Sound Sensor. Mendeteksi suara disekitar robot, fungsinya tentu saja seperti telinga. Melalui program sensor ini bisa membedakan suara yang nyaring, suara yang tidak nyaring, dan hening. Intensitasnya bisa kita atur manual, atau melalui program, tergantung jenis Sound Sensor yang dipakai. Bahkan untuk jenis Voice Recognition, itu bisa diprogram untuk mendengar kata (bahasa) yang digunakan manusia.
- Balance Sensor. Biasa digunakan untuk membuat robot tetap seimbang. Mengetahui kemiringan, dan membantu bangun saat robot terjatuh. Salah satu contohnya adalah Gyroscope, dipakai juga pada Smartphone.
- Gas Sensor. Berfungsi untuk mendeteksi berbagai jenis gas atau asap yang ada disekitar. Seperti hidung pada manusia, dapat membedakan yang mana gas yang biasa mana gas yang berbahaya. Contoh penerapan gas Sensor adalah untuk robot penjinak Bom, atau robot GreenBird.
- Temperatur Sensor. Sama seperti kulit yang dapat merasakan panas dan dingin. Dengan [[temperatur[[ sensor robot dapat mengenali suhu yang ada disekitarnya.
Sensor Proximity
Sensor proximity/jarak adalah sensor yang dapat mendeteksi adanya objek didepannya. Untuk aplikasi robot biasanya digunakan agar robot tidak menabrak objek didepannya. selain itu juga biasa digunakan pada kontes robot cerdas yang dapat menghindari halangan (robot avoider).
beberapa contoh sensor Proximity adalah:
- Sensor Ultrasonik Range Finder (URF)URF bekerja seperti sonar. Sensor ini mengukur jarak antara robot dengan benda didepannya dengan memancarkan gelombang ultrasonik kemudian menghitung jarak dari pantulan gelombang ultrasonik yang diterima. Keuntungan menggunakan sensor ini adalah bisa mengukur jarak yang cukup jauh (beberapa meter).
- Sensor Sinar InframerahSensor memanfaatkan gelombang Inframerah. Sensor juga bisa digunakan untuk mengukur jarak antara robot dengan benda disekitarnya. Sensor ini dapat mengukur jarak dengan cukup akurat. Sensor ini cukup murah, bisa diandalkan, dan akurat. Meskipun demikian, sensor ini hanya dapat mengukur jarak yang tidak terlalu jauh.
Sensor Enviromental Condition
Sensor ini digunakan untuk mendeteksi kondisi lingkungan seperti temperatur, suhu, cahaya, kelembaban dll. dalam aplikasi robot misalnya, untuk membuat robot pemadam api.
Beberapa contoh sensor Enviromental condition adalah:
- Gas Detector, untuk mendeteksi keberadaan gas
- Photodiode, untuk mendeteksi keberadaan cahaya
- Photometer, untuk menghitung besarnya intensitas cahaya
- Gyroscope, untuk mengetahui arah percepatan gravitasi
- Accelerometer, untuk menghitung besarnya percepatan gravitasi
- Sensor Suhu, untuk menghitung besarnya temperatur di sekitar robot
- Hygrometer, untuk menghitung tingkat kelembaban di sekitar robot
FUNGSI ROBOT:
- Dalam hal industri, robot dapat meningkatkan produksi, akuras, serta daya tahan
- Untuk membantu manusia melaksanakan tugas-tugas yang berbahaya, kotor, dan juga beresiko
- Dalam hal pendidikan, robot banyak digunakan untuk menarik pelajar belajar teknologi
- Membantu meringankan pekerjaan manusia di rumah seperti membersihkan rumah, menjaga rumah, dan lain sebagainya
- Membantu meringankan di berbagai sektor pekerjaan seperti pembangunan, rumah sakit, dan lain-lain
- Sebagai media pertunjukan dan hiburan
sumber :
Komentar
Posting Komentar