mengkriminalisasikan golput

Demokrasi adalah bentuk pemerintahan di mana semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Demokrasi mengizinkan warga negara berpartisipasi—baik secara langsung atau melalui perwakilan—dalam perumusan, pengembangan, dan pembuatan hukum. Demokrasi mencakup kondisi sosial, ekonomi, dan budaya yang memungkinkan adanya praktik kebebasan politik secara bebas dan setara.


 Hasil gambar untuk negara demokrasi


Ada beberapa jenis demokrasi, tetapi hanya ada dua bentuk dasar. Keduanya menjelaskan cara seluruh rakyat menjalankan keinginannya. Bentuk demokrasi yang pertama adalah demokrasi langsung, yaitu semua warga negara berpartisipasi langsung dan aktif dalam pengambilan keputusan pemerintahan. Di kebanyakan negara demokrasi modern, seluruh rakyat masih merupakan satu kekuasaan berdaulat namun kekuasaan politiknya dijalankan secara tidak langsung melalui perwakilan; ini disebut demokrasi perwakilan.

nah indonesia sebagai negara demokrasi, pastikan ada pemilihan pemilihan seperti pemilu atau pilkada. nah disaat saat seperti pasti ada saja yang memilih untuk golput, golput sebagai gerakan moral membuat memorandum berisi seruan agar masyarakat menggunakan haknya dengan keyakinan. Siapa pun dipersilakan memilih atau tidak memilih. Memorandum itu berbunyi, "kalau ada yang merasa lebih baik tidak memilih daripada memilih,bertindaklah atas dasar keyakinan itu pula". Dengan demikian, titik pangkal bagi para golput ini sebenarnya hanya sebagai perwujudan gerakan moral berdasarkan ideologinya dalam sebuah tradisi di mana perbedaan pendapat merupakan hal yang tidak bisa terbantahkan.

penyebab terjadinya golput mungkin saja si pemilih merasa tidak cocok dengan calon kandidat makanya dia memilih untuk golput saja.
 
Solusi Mengatasi Golput
  1. Permudah aturan bagi pemilih untuk dapat menggunakan hak pilih
  2. Perbaiki sistem pendataan dan pendaftaran pemilih sehingga menjadi lebih mudah (perlu dukungan personil dan anggaran yang memadai)
  3. Mengubah hak memilih menjadi kewajiban memilih (sebagaimana diterapkan di beberapa negara dan bahkan disertai dengan sanksi)
  4. Sistem pemilu yang digunakan harus sangat mudah dipahami oleh pemilih (misalnya dengan jumlah partai yang tidak terlalu banyak, tata cara memberikan suara yang mudah, design surat suara yang sederhana)
  5. Waktu sosialisasi dan anggarannya harus disediakan secara cukup (pada pemilu legislatif 2009 anggaran yang disediakan sangat tidak mencukupi)Hasil gambar untuk golput

Komentar

Postingan populer dari blog ini

orang dewasa nonton anime(?)

TUGAS 1.3 PERBEDAAN STORYBOARD DAN STOP MOTION

TUGAS 1.1 PENGERTIAN ANIMASI